
Timnas Brasil memulai kampanye mereka di Piala Dunia 2026 dengan hasil imbang, sementara posisi puncak klasemen Grup C justru ditempati oleh tim kejutan.

Pada matchday pertama Grup C yang telah usai pada Sabtu (13/6/2026) waktu setempat atau Minggu pagi WIB, kombinasi hasil dua pertandingan pertama memberikan keuntungan bagi Timnas Skotlandia.
Tampil belakangan di Gillette Stadium, Foxborough, The Tartan Army menunjukkan comeback yang positif setelah absen selama 22 tahun dari pentas bola terbesar ini. Mereka memanfaatkan laga melawan Haiti, yang dianggap sebagai musuh terlemah dalam grup ini, untuk mengamankan tiga poin.
Gol tunggal yang dicetak oleh John McGinn, pemain andalan Aston Villa, cukup untuk menyegel kemenangan bagi Skotlandia. Tembakan McGinn berhasil masuk ke gawang setelah bola memantul dari kaki pemain lawan.
Skor akhir 1-0 bagi armada racikan Steve Clark bertahan hingga laga usai. Secara historis, ini adalah rekor kemenangan pertama Skotlandia di Piala Dunia dalam 36 tahun!
Kemenangan ini terjadi setelah terakhir kali The Tartan Army meraih angka penuh di ajang ini pada fase grup Piala Dunia 1990, ketika mereka mengalahkan Swedia 2-1 pada 16 Juni 1990.
Selain itu, hasil pertandingan di Foxborough membawa Andy Robertson dan kawan-kawan berada di puncak klasemen Grup C. Hal ini terjadi karena bentrokan antara Timnas Brasil dan Maroko di East Rutherford beberapa jam kemudian berakhir tanpa pemenang.
Timnas Maroko, sang juara Afrika, berhasil mencetak gol lebih dulu berkat aksi Ismael Saibari. Dia menceploskan bola dengan tembakan cungkil yang melewati badan kiper Alisson Becker di luar kotak penalti.
Brasil membutuhkan waktu 11 menit untuk menyamakan skor melalui aksi Vinicius Junior di sisi kiri penyerangan. Winger Real Madrid tersebut berhasil mengacak-acak pertahanan Maroko sebelum menghunjamkan tembakan jitu ke dalam gawang.
Skor akhir 1-1 memaksa kedua tim berbagi satu angka di partai pertama. Timnas Maroko berhak duduk di peringkat kedua, satu titik di atas Brasil dengan modal keunggulan poin fair-play.
Tim Singa Atlas tidak mendapatkan kartu kuning sama sekali, sedangkan Selecao harus menempati posisi dua terbawah.
Brasil kehilangan dua poin fair-play akibat mendapatkan sepasang kartu kuning. Pasukan Carlo Ancelotti masih memiliki kesempatan untuk memutarbalikkan situasi pada matchday 2, yang akan digelar pada Jumat (19/6/2026).
Tim Samba akan menghadapi Haiti di Philadelphia, sedangkan Maroko akan beradu kuat dengan Skotlandia di Foxborough.
Hasil Pertandingan, Sabtu (13/6/2026)
- Brasil 1-1 Maroko (Vinicius Junior 32'; Ismael Saibari 21')
- Haiti 0-1 Skotlandia (John McGinn 28')
Klasemen Grup C
| Tim | M | M | S | K | GF | GA | SG | Poin |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Skotlandia | 1 | 1 | 0 | 0 | 1 | 0 | +1 | 3 |
| Maroko | 1 | 0 | 1 | 0 | 1 | 1 | 0 | 1 |
| Brasil | 1 | 0 | 1 | 0 | 1 | 1 | 0 | 1 |
| Haiti | 1 | 0 | 0 | 1 | 0 | 1 | -1 | 0 |
Posting Komentar untuk "Klasemen Grup C Piala Dunia 2026: Brasil Terbawah, Skotlandia Puncak Rekor 36 Tahun"