Jakarta – Pemerintah menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap dilaksanakan dan tidak dapat dihentikan di tengah berbagai dinamika yang mengiringi implementasinya. Program tersebut merupakan salah satu kebijakan prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang sejak awal telah menjadi bagian dari visi, misi, dan janji kepada masyarakat.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menjelaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar agenda kebijakan biasa, melainkan bagian dari komitmen politik yang telah disampaikan Presiden Prabowo kepada publik sejak masa kampanye Pemilihan Presiden 2024. Menurutnya, jutaan masyarakat memberikan dukungan dan mandat kepada Prabowo dengan harapan program-program yang dijanjikan dapat diwujudkan selama masa pemerintahannya.
Qodari menilai, setiap janji politik yang memperoleh dukungan masyarakat melalui proses demokrasi memiliki konsekuensi untuk direalisasikan. Karena itu, pemerintah berkewajiban menjalankan Program Makan Bergizi Gratis sebagai bentuk tanggung jawab atas amanat yang diberikan rakyat melalui pemilu.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tujuan utama program tersebut adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini. Program Makan Bergizi Gratis diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, khususnya peserta didik, sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Pemerintah juga memandang pemenuhan gizi sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Persoalan gizi yang tidak tertangani dengan baik dapat berdampak pada kesehatan, kemampuan belajar, dan produktivitas generasi muda di masa mendatang. Oleh sebab itu, upaya peningkatan asupan gizi dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Di tengah pelaksanaannya, Program Makan Bergizi Gratis memang menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari aspek teknis, distribusi, hingga kebutuhan koordinasi antarlembaga. Namun, pemerintah menegaskan bahwa berbagai kendala tersebut tidak menjadi alasan untuk menghentikan program. Sebaliknya, seluruh tantangan akan dijadikan bahan evaluasi guna menyempurnakan pelaksanaan kebijakan agar semakin efektif dan tepat sasaran.
Menurut Qodari, setiap program berskala nasional pada umumnya membutuhkan proses adaptasi dan perbaikan secara bertahap. Karena itu, pemerintah membuka ruang seluas-luasnya bagi berbagai masukan, kritik, maupun saran dari masyarakat. Partisipasi publik dinilai penting agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat terus ditingkatkan dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melihat program tersebut sebagai bagian dari upaya bersama dalam membangun kualitas generasi Indonesia. Dukungan dari pemerintah daerah, lembaga pendidikan, masyarakat, serta berbagai pihak terkait diyakini menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasi Program Makan Bergizi Gratis.
Pemerintah berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan secara berkelanjutan dan mampu memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas kesehatan serta kesejahteraan anak-anak Indonesia. Dengan demikian, program tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pemenuhan janji politik, tetapi juga menjadi investasi nyata bagi pembangunan sumber daya manusia dan masa depan Indonesia.
Sumber:
Liputan6.com, “Kepala Bakom Qodari: MBG Tak Bisa Dihentikan, Kontrak Politik Prabowo”, terbit 17 Juni 2026, ditulis oleh Lizsa Egeham

Posting Komentar untuk "Program Makan Bergizi Gratis Dipastikan Tetap Berjalan, Pemerintah Sebut Bagian dari Kontrak Politik Presiden Prabowo"