zmedia

Tak Kuat Dihujat, Sarwendah Undang Ruben Onsu Bahas Anak dan Harta

Perkembangan Terbaru Persoalan Hukum Ruben Onsu dan Sarwendah

Ruben Onsu kini sedang menghadapi situasi yang cukup rumit terkait hubungannya dengan mantan istrinya, Sarwendah. Setelah sebelumnya muncul berbagai isu tentang hak asuh anak dan nafkah, kini pihak Sarwendah diketahui telah mengirimkan undangan kepada Ruben untuk duduk bersama membahas masalah yang belakangan ini mencuat.

Menurut kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, surat tersebut datang beberapa hari lalu dari pihak Sarwendah. Dalam surat itu, pihak Sarwendah ingin melakukan pertemuan untuk membicarakan peristiwa-peristiwa terkini yang terjadi antara keduanya. Meskipun Minola merasa bahwa langkah ini seharusnya dilakukan lebih awal, ia tetap menyambut baik inisiatif tersebut.

"Beberapa hari yang lalu kita mendapatkan surat dari kuasa hukumnya S. Ya, surat itu adalah surat untuk mencoba mengajak kami untuk duduk membahas dan mendiskusikan hal-hal yang terkait peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini," ujar Minola.

Menurut Minola, masalah seperti hak asuh dan pola pertemuan dengan anak-anak seharusnya sudah dibicarakan sejak awal agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar seperti saat ini. Namun, dalam surat undangan tersebut tidak disebutkan secara jelas kapan dan di mana pertemuan akan dilaksanakan.

"Hanya saja dalam isi surat itu yang bicara tentang perlunya pertemuan itu tidak ada tanggal, tidak ada waktu, tidak ada tempat yang disampaikan dalam surat itu," jelas Minola.

Pihak Sarwendah justru meminta pihak Ruben untuk menentukan sendiri kapan dan di mana pertemuan tersebut akan dilakukan. "Justru itu dilemparkan lagi kita, dia minta dalam waktu 5 hari kami yang akan menghubungi itu untuk menentukan kapan waktu untuk bertemu."

Tantangan dalam Merebut Hak Asuh Anak

Dalam kesepakatan pascacerai, Ruben memiliki hak untuk bertemu anak-anaknya selama tiga hari dalam satu pekan. Namun belakangan ini, ia merasa kesulitan untuk menjalani pertemuan tersebut. Kondisi ini membuatnya memutuskan menghentikan pemberian nafkah sebesar Rp225 juta sebagai bentuk protes.

Karena merasa tidak mendapatkan haknya sebagai ayah, Ruben berencana untuk merebut kembali hak asuh anak dari Sarwendah. Ia menduga putrinya terkena pengaruh buruk dari lingkungan Sarwendah.

Menanggapi hal ini, praktisi hukum Deolipa Yumara menilai bahwa kemungkinan besar Ruben akan kesulitan dalam proses pengambilan kembali hak asuh anak. Menurut Deolipa, pihak Sarwendah pasti akan mempertahankan hak asuh tersebut.

"Itu bisa digugat lagi tuh permohonan pemindahan hak asuh anak, apakah mudah? Yang kita sudah pengalaman di dunia seperti ini, kita jawabnya sulit."

Deolipa juga menyebutkan bahwa proses pengalihan hak asuh anak akan memakan waktu lama. "Kan yang digugat si Sarwendah lagi, berapa lama waktu untuk menggugatnya? Kan bisa sampai 6 bulan 7 bulan secara perdata itu."

Selain itu, jika Sarwendah melakukan banding atau kasasi, prosesnya bisa memakan tambahan waktu setahun lagi. "Kalau Sarwendah banding bagaimana? Tambah lagi setahun dia banding lagi dia kasasi lagi tambah lagi setahun lagi," tambah Deolipa.

Persiapan yang Harus Dilakukan oleh Ruben

Untuk gugatan hak asuh anak, Ruben harus menyiapkan berbagai hal. Mulai dari psikolog, dokumen, hingga saksi-saksi yang dapat mendukung gugatannya. "Kalau Ruben Onsu nanti menggugat, Ruben harus menyiapkan psikolog, menyiapkan komnas anak, menyiapkan saksi-saksi, menyiapkan bukti-bukti dokumen itu, dan itu prosesnya 4 tahun," ucap Deolipa.

Posting Komentar untuk "Tak Kuat Dihujat, Sarwendah Undang Ruben Onsu Bahas Anak dan Harta"